Jumat, 06 Maret 2015

Bahan Renungan


Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

            Hari ini untuk kesekian kalinya saya menyaksikan seorang tua renta berusaha keras untuk berangkat shalat berjama'ah di masjid. Meskipun sesekali ia meminta bantuan orang lain untuk memapahnya saat akan masuk ke dalam masjid, tapi ia lebih sering melakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Karena kondisi fisik yang sangat lemah, ia harus shalat dengan cara duduk bersandar di tiang penyangga masjid. Setelah shalat, ia lanjutkan berdzikir dengan tasbihnya hingga tak ada lagi orang lain di sana. Melihat kondisi seperti itu, saya mencoba menawari bantuan untuk mengantarnya pulang sampai ke rumahnya. Sambil menyalami tangan saya ia mengucapkan terimakasih atas tawaran saya untuk membantunya, tapi ia menolak tawaran tersebut karena ia merasa masih bisa melakukannya sendiri.
Muncul pertanyaan besar dalam benak ini, "Bagaimana dengan saya yang masih muda dan kuat ini? Apakah saya perlu dipapah untuk berangkat shalat berjama'ah ke masjid?" Sebagai seseorang yang masih muda dan sehat, saya merasa malu sekali dengan diri saya sendiri yang begitu banyak melalaikan kewajiban sebagai seorang muslim terutama untuk melaksanakan shalat, lebih-lebih untuk berjama'ah ke masjid. Saya hanya sibuk dengan urusan dunia saja dan melupakan urusan akhirat. Memang, urusan dunia itu penting tapi tidak lantas membuat kita terjebak untuk meninggalkan urusan akhirat kita, karena urusan dunia dan akhirat itu haruslah seimbang.   
Marilah kita sebagai manusia yang hanya hidup sementara waktu di dunia ini agar senantiasa melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya sehingga dapat menikmati indahnya surga di akhirat kelak, karena pada hakikatnya kita hidup di dunia ini diumpamakan seperti menanam benih yang akan kita tuai hasilnya di akhirat kelak. Semoga tulisan ini dapat menjadi bahan pelajaran dan renungan bagi kita semua terutama bagi diri saya sendiri yang sering melalaikan perintah ALLAH SWT. Amin
Mari kita renungkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:
 .
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ 

”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas) 

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sumber: http://ersunnah.blogspot.com/2012/03/dalil-syukur-nikmat.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar