Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Hari ini untuk kesekian kalinya saya
menyaksikan seorang tua renta berusaha keras untuk berangkat shalat berjama'ah
di masjid. Meskipun sesekali ia meminta bantuan orang lain untuk memapahnya
saat akan masuk ke dalam masjid, tapi ia lebih sering melakukannya sendiri
tanpa bantuan orang lain. Karena kondisi fisik yang sangat lemah, ia harus
shalat dengan cara duduk bersandar di tiang penyangga masjid. Setelah shalat,
ia lanjutkan berdzikir dengan tasbihnya hingga tak ada lagi orang lain di sana.
Melihat kondisi seperti itu, saya mencoba menawari bantuan untuk mengantarnya
pulang sampai ke rumahnya. Sambil menyalami tangan saya ia mengucapkan
terimakasih atas tawaran saya untuk membantunya, tapi ia menolak tawaran
tersebut karena ia merasa masih bisa melakukannya sendiri.
Muncul
pertanyaan besar dalam benak ini, "Bagaimana dengan saya yang masih muda
dan kuat ini? Apakah saya perlu dipapah untuk berangkat shalat berjama'ah ke
masjid?" Sebagai seseorang yang masih muda dan sehat, saya merasa malu
sekali dengan diri saya sendiri yang begitu banyak melalaikan kewajiban sebagai
seorang muslim terutama untuk melaksanakan shalat, lebih-lebih untuk berjama'ah
ke masjid. Saya hanya sibuk dengan urusan dunia saja dan melupakan urusan
akhirat. Memang, urusan dunia itu penting tapi tidak lantas membuat kita
terjebak untuk meninggalkan urusan akhirat kita, karena urusan dunia dan
akhirat itu haruslah seimbang.
Marilah
kita sebagai manusia yang hanya hidup sementara waktu di dunia ini agar senantiasa
melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya sehingga
dapat menikmati indahnya surga di akhirat kelak, karena pada hakikatnya kita
hidup di dunia ini diumpamakan seperti menanam benih yang akan kita tuai
hasilnya di akhirat kelak. Semoga tulisan ini dapat menjadi bahan pelajaran dan
renungan bagi kita semua terutama bagi diri saya sendiri yang sering melalaikan
perintah ALLAH SWT. Amin
Mari
kita renungkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:
.
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ
النَّاسِ ،
الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
”Ada
dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu
senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sumber: http://ersunnah.blogspot.com/2012/03/dalil-syukur-nikmat.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar